Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, SLB Negeri Sragen menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)” yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 18 hingga 20 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pendidik dengan menghadirkan narasumber ahli, Arif Wibowo, S.T., yang merupakan Pengembang Teknologi Pembelajaran dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah.
Acara tersebut dibuka oleh Kepala SLB Negeri Sragen, Ibu Mardani, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penguasaan teknologi seperti koding dan Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi guru di era sekarang. Beliau berharap inovasi ini dapat membantu guru dalam menciptakan media pembelajaran yang lebih adaptif bagi siswa.

Menciptakan Kesetaraan Melalui Teknologi
Mengenalkan materi koding dan AI di lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan langkah yang efektif untuk menciptakan inovasi pembelajaran. Dunia digital sering kali menjadi “level playing field” di mana keterbatasan fisik dapat diminimalisir melalui kemampuan kognitif dan kreativitas yang diasah melalui teknologi.

Dasar-Dasar Koding dan Berpikir Komputasional
Para peserta diajak memahami konsep Computational Thinking melalui empat prinsip utama: Dekomposisi (memecah masalah), Pengenalan Pola, Abstraksi (fokus pada informasi penting), dan Berpikir Algoritma (menyusun langkah sistematis). Selain teori, guru juga melakukan praktik unplugged coding—belajar konsep koding tanpa komputer—melalui permainan kreatif seperti simulasi rute perjalanan “Timun Mas”.

Pemanfaatan AI Generatif untuk Media Pembelajaran
Pada sesi ini, Arif Wibowo memaparkan bagaimana AI dapat menjadi asisten digital bagi guru untuk merancang kegiatan belajar yang inovatif. Para guru dilatih menggunakan teknik prompting (pemberian perintah) yang efektif dengan memperhatikan elemen Persona, Objektif, Audiens, Konteks, dan Batasan.
Praktik Langsung dan Produk Nyata
Puncak dari pelatihan ini adalah lembar kerja mandiri, di mana setiap guru diwajibkan merancang dan mengembangkan produk media pembelajaran interaktif berbasis AI. Platform yang digunakan meliputi ChatGPT Canvas, Gemini Canvas, hingga Canva Code. Media yang dihasilkan harus memiliki unsur interaktivitas seperti tanya jawab atau animasi yang relevan dengan kompetensi dasar mata pelajaran di SLB.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru SLB Negeri Sragen tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadikan pembelajaran di kelas yang lebih inovatif, interaktif, dan inklusif.

(Penulis : Winda Dyah Uningrumjati, S.Pd)
