Sinar mentari pagi seolah membawa energi semangat dan harapan baru. Lantunan musik bernuansa religi berpadu dengan penampilan rebana yang melibatkan murid dengan beragam hambatan, menciptakan suasana hangat, meriah, dan menyejukkan hati. Dengan penuh antusias, murid-murid SLB Negeri Sragen mengikuti peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung dalam semangat kebersamaan, keberagaman, dan nilai-nilai keislaman. Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur santri kepada murid sejak dini. Tidak hanya mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan karakter religius, kedisiplinan, kemandirian, semangat belajar, serta kecintaan terhadap tanah air. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi murid untuk tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

Mengusung semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan ini mengingatkan kita bahwa masa depan bangsa dibangun melalui pendidikan dan pembentukan karakter. Santri tidak hanya identik dengan kegiatan belajar agama di pesantren, tetapi juga menjadi teladan dalam mengamalkan ajaran agama, menghormati orang lain, menjaga persatuan, serta menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Melalui irama dan kekompakan, para murid menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Perbedaan bukanlah penghalang untuk berkarya, melainkan kekuatan yang dapat menyatukan. Penampilan ini menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan yang inklusif memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk berpartisipasi, mengekspresikan diri, dan merasakan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Kepala SLB Negeri Sragen, Ibu Mardani, S.Pd., menyampaikan pentingnya menumbuhkan dan menguatkan nilai-nilai keteladanan santri dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengingatkan murid untuk rajin beribadah, tekun belajar, serta patuh dan menghormati kedua orang tua dan guru.

Beliau juga menegaskan bahwa belajar tidak hanya dilakukan di sekolah. Murid dapat terus menambah pengetahuan dan memperdalam pemahaman agama melalui kegiatan di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), lingkungan keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Dengan demikian, proses belajar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang membantu murid mengembangkan karakter religius dan memperkuat keimanan kepada Allah Swt. Pesan tersebut mengandung makna bahwa pendidikan karakter membutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keteladanan orang dewasa, pembiasaan perilaku baik, serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan setiap murid merupakan langkah penting dalam membentuk pribadi yang beriman, mandiri, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Puncak acara peringatan Hari Santri Nasional diisi dengan penampilan dongeng berjudul “Dua Pelita Nusantara dan Sang Burung Garuda” yang dibawakan secara penuh penghayatan oleh guru SLB Negeri Sragen, Bapak Abbas. Melalui cerita yang menarik, murid diajak menyelami pesan-pesan kebaikan yang terkandung di dalam dongeng. Penyampaian cerita menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membantu murid memahami nilai-nilai kehidupan melalui tokoh, peristiwa, dan pesan moral. Dongeng tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki peran dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan bangsa. Semangat religius, cinta tanah air, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap sesama perlu ditanamkan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak dan mudah dipahami.

Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas bukan sekadar tema peringatan, melainkan ajakan untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam tindakan nyata. Rajin beribadah, tekun belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga persaudaraan, serta mencintai tanah air merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Dari kebiasaan-kebiasaan baik inilah karakter generasi penerus bangsa dibentuk. Melalui peringatan Hari Santri Nasional, SLB Negeri Sragen berupaya menumbuhkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga berkarakter, beriman, mandiri, dan peduli terhadap sesama. Sebab, Indonesia Emas tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang menjunjung tinggi nilai moral, menghargai perbedaan, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dari sekolah, dari keluarga, dan dari setiap langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari, semangat santri terus tumbuh untuk menguatkan negeri. Bersama-sama, kita wujudkan generasi yang berakhlak mulia, menghargai keberagaman, dan siap berkontribusi menuju Indonesia Emas.
(Penulis : Tri Lestari, S.Pd)
