
– Ya, Anda tidak salah baca!
Sabtu, 19 Juli 2025 menjadi momen yang akan terus dikenang oleh seluruh keluarga besar SLB Negeri Sragen. Hari itu, bukan sekadar akhir pekan biasa. Hari itu adalah hari kemenangan, hari di mana harapan, kerja keras, dan doa bersatu menjadi satu cerita yang akan menginspirasi banyak orang: dua siswa luar biasa kami resmi diterima di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melalui seleksi PMB
Jalur Mandiri.
Ananda yang berprestasi di lomba Disain Grafis (Mifta) dan Membatik (Wendy) adalah dua anak istimewa, yang selama ini belajar dengan penuh semangat di SLB Negeri Sragen yang di Kepalai oleh Ibu Mardani, S.Pd, berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menggapai mimpi besar. Penerimaan ini bukan hanya tentang dua nama yang lolos seleksi nasional. Ini tentang perjalanan panjang, tentang keringat yang jatuh di tengah latihan menggambar, tentang malam-malam belajar dalam diam, tentang guru-guru yang tidak pernah lelah menyemangati, dan tentang orang tua yang dengan sabar menyalakan api harapan dalam
hati anak-anak mereka. Ini adalah bukti hidup bahwa inklusivitas dalam pendidikan bukanlah slogan—tetapi kenyataan yang bisa diwujudkan.
Ananda Wendi Febrianto yang akrab dipanggil dengan nama Wendi merupakan anak tunagrahita yang memilki bakat seni membatik yang mengantongi sejumlah prestasi yaitu menjuarai lomba batik tingkat provinsi dan hasil karya cantingannya sudah banyak yang memesan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ananda yang Mifta juga tidak kalah prestasinya dalam bidang desain komik. Prestasinya sudah menembus tingkat provinsi.
Kini, dua bintang baru dari SLB Negeri Sragen akan melangkah ke dunia yang lebih luas, menjadi mahasiswa Institut Seni Indonesia Surakarta. Mereka akan mewakili suara banyak anak-anak yang selama ini terpinggirkan, menunjukkan bahwa mereka juga bisa menjadi bagian dari perubahan. Dan kami, seluruh warga SLB Negeri Sragen, akan terus mendukung dari belakang, dengan doa, semangat, dan rasa bangga yang tak terbendung.
“Selamat menempuh perjalanan baru, wahai anak-anakku. Langit bukanlah batasmu—itu hanyalah tempat di mana mimpimu mulai bersinar lebih terang.”
Author:
Nurul Wardaningrum,S.Pd
