Semangat Peringatan Hari Santri di SLB Negeri Sragen : Menyambung Juang, Merengkuh Asa Dunia Akhirat

Peringatan Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Momen peringatan hari santri merupakan momen mengenang peran besar para santri dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia serta merawat ajaran Islam di tengah masyarakat. Melalui momen ini, nilai-nilai kesantrian seperti kedisiplinan dalam beribadah, akhlak mulia, semangat belajar, serta cinta tanah air terus ditanamkan pada generasi muda sebagai bekal membangun kehidupan yang damai dan berkeadaban.

Di lingkungan SLBN Sragen, peringatan Hari Santri memiliki makna tersendiri. Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai spiritual dan karakter bagi siswa berkebutuhan khusus dengan pendekatan yang sesuai kemampuan mereka. Anak-anak diajak meneladani sikap santri seperti mandiri, sopan santun, peduli sesama, dan percaya diri bahwa mereka juga dapat menjadi pribadi yang berperan dan bermanfaat bagi lingkungan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan agama dan nasionalisme bersifat inklusif untuk semua, tanpa membedakan kondisi fisik maupun intelektual.

Pada Jumat, 24 Oktober 2025, SLB Negeri Sragen menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan mengangkat tema “Menyambung Juang, Merengkuh Asa, Meraih Masa Depan Dunia dan Akhirat.” Kegiatan diawali dengan pawai Hari Santri mengelilingi lingkungan sekolah, diikuti seluruh peserta didik, guru dan tenaga pendidik  dengan penuh semangat. Setelah itu, acara dilanjutkan di Pendopo SLB Negeri Sragen dengan rangkaian acara resmi, mulai dari pembukaan oleh MC, tilawah Al-Qur’an, hingga sambutan Kepala Sekolah, Ibu Mardani, S.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menjelaskan bahwa Hari Santri diperingati untuk mengenalkan kepada siswa mengenai peran ulama dan santri dalam menjaga agama dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Melalui peringatan ini diharapkan siswa dapat mencontoh sikap santri yang rajin belajar, taat berdoa, berakhlak baik, serta mencintai guru, orang tua, dan tanah air. Ia juga menegaskan bahwa semua anak, termasuk siswa berkebutuhan khusus, memiliki kemampuan untuk mandiri, disiplin, berprestasi, dan memberikan kontribusi bagi bangsa sesuai potensinya.

Acara kemudian semakin meriah dengan penampilan Parade Seni dari para siswa. Diawali dengan Tari “Demi Cinta Sang Nabi” dan Tari Yapin, dilanjutkan dengan lantunan Asmaul Husna oleh siswa tunanetra yang penuh penghayatan. Tak ketinggalan, penampilan Sholawatan, sambung ayat, serta hafalan surat pendek menambah suasana religius dan haru di pendopo. Kehadiran grup hadroh SLB Negeri Sragen yang membawakan lagu Syiir Tanpo Wathon, Sholawat Badar, dan lainnya turut membangkitkan semangat seluruh peserta.

Peringatan Hari Santri di SLB Negeri Sragen tahun ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga bukti bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki semangat religius, kemampuan berekspresi, dan kecintaan kepada bangsa yang perlu terus diberi ruang dan apresiasi.

Semoga semangat Hari Santri selalu menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus belajar, berakhlak mulia, serta menjadi bagian dari generasi penerus bangsa yang membanggakan.

Penulis : Winda Dyah Uningrumjati

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *